Jurnalis Menjaga Sikap dan Kode Etik dalam Menjalankan Tugas

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Mabes Japri

Profesi jurnalis tidak hanya dituntut untuk mampu menyampaikan informasi secara akurat dan berimbang, tetapi juga dituntut memiliki kematangan emosional dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan maupun di lingkungan kerja. Tekanan pekerjaan, tenggat waktu yang ketat, kritik dari berbagai pihak, hingga perbedaan pandangan sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang jurnalis.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, terdapat tiga pelajaran penting yang dapat menjadi bahan refleksi bagi para pekerja media dalam menjalankan profesinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelajaran pertama adalah bahwa kemarahan yang muncul akibat perlakuan yang dianggap tidak adil merupakan hal yang manusiawi. Setiap orang, termasuk jurnalis, tentu pernah berada dalam situasi yang membuat emosi memuncak. Namun, kemarahan yang sah tetap membutuhkan saluran yang tepat agar tidak berubah menjadi tindakan yang justru merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam dunia jurnalistik, kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting dari profesionalisme. Ketika menghadapi masalah, kritik, atau konflik, seseorang perlu mempertimbangkan dengan matang bagaimana cara menyampaikan keberatan atau kekecewaannya. Meluapkan kemarahan di ruang publik tanpa pertimbangan yang cukup sering kali hanya akan memperpanjang persoalan dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

Pelajaran kedua berkaitan dengan makna kepemimpinan. Banyak orang menganggap kepemimpinan identik dengan kemampuan berbicara lantang atau mengambil tindakan yang terlihat oleh banyak orang. Padahal, dalam sejumlah situasi, kepemimpinan justru paling terasa ketika seseorang memilih untuk tetap tenang dan membantu meredakan ketegangan.

Sikap tidak ikut menambah kegaduhan ketika suasana sedang panas sering kali membutuhkan keberanian yang lebih besar dibandingkan ikut larut dalam emosi. Kemampuan untuk mendengarkan, memahami berbagai sudut pandang, serta menjaga suasana tetap kondusif merupakan bentuk kepemimpinan yang kerap tidak terlihat, tetapi memiliki dampak yang besar.

Bagi seorang jurnalis, sikap tersebut juga penting dalam menjalankan tugas. Kemampuan menjaga objektivitas dan tidak terbawa emosi menjadi modal utama dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan dapat dipercaya publik.

Pelajaran ketiga adalah tentang menerima kenyataan yang telah terjadi. Tidak semua hal dalam kehidupan berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang mengalami kegagalan, kehilangan kesempatan, atau menghadapi keputusan yang dirasa tidak adil.

Meski demikian, menerima keadaan bukan berarti menyerah atau membenarkan semua yang terjadi. Sebaliknya, penerimaan sering kali menjadi langkah awal untuk bangkit dan mencari solusi yang lebih baik. Dengan menerima kenyataan, seseorang dapat mengalihkan energi dari penyesalan menuju upaya memperbaiki keadaan dan merencanakan langkah berikutnya.

Dalam konteks kehidupan kerja, sikap ini penting untuk menjaga kesehatan mental dan hubungan profesional. Terlalu lama terjebak dalam kemarahan atau kekecewaan hanya akan menguras energi dan menghambat proses pemulihan.

Pada akhirnya, hampir setiap orang pernah berada di posisi merasa diperlakukan tidak adil, merasa kecewa, bahkan ingin meluapkan seluruh kemarahannya. Namun, pertanyaan yang perlu direnungkan bukanlah apakah seseorang berhak marah, melainkan ke mana kemarahan itu diarahkan dan bagaimana cara mengelolanya agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Selain itu, ketika diri sendiri sedang terluka, muncul pertanyaan lain yang tidak kalah penting, yakni siapa yang mampu ditenangkan dan bagaimana tetap menjaga sikap bijaksana di tengah kondisi yang sulit.

Refleksi ini mengajak para jurnalis untuk melihat kembali makna kekuatan yang sesungguhnya. Dalam banyak keadaan, diam bukan berarti takut atau lemah. Diam yang lahir dari kemampuan mengendalikan diri, berpikir jernih, dan memilih waktu yang tepat untuk bertindak justru bisa menjadi bentuk kekuatan yang paling sulit dilakukan dan ditiru oleh banyak orang.

Karena itu, profesionalisme seorang jurnalis tidak hanya diukur dari kemampuan mencari dan menulis berita, tetapi juga dari kemampuannya mengelola emosi, menjaga integritas, serta tetap bijaksana ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan. Sikap-sikap inilah yang pada akhirnya akan membentuk karakter dan kualitas seorang jurnalis dalam menjalankan tugasnya melayani kepentingan publik.

Penulis: Ade Dian
Redaksi: Hermansyah, S.H

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabes-japri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengajian Umum & Pelantikan PWI-LS Pemalang, Tokoh Nasional Hingga Ulama Hadir di Petarukan.
Daftar 6 Anggota Polres Tangsel yang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba, Kasatresnarkoba Ikut Diamankan
Teror Mencekam di Balik Sosok Juminten: Gala Premier ‘Juminten Edan’ di Epicentrum XXI Sukses Membius Penonton
Setahun Kuras Rekening Majikan, ART Sekaligus Perawat Lansia Ditangkap Polsek Kalideres
Teror Nyata di Balik Kamera: Film ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’ Siap Hantui Bioskop 9 Juli.
Ketua Umum DPP Mabes Japri, Sambut HUT Bhayangkara Ke – 80
Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Tapin ke Posyandu Mawar RW 03 Cipondoh Indah Kota Tangerang
Keluarga Besar Sigit Ananto Provos Kodim 0506 Tangerang, Gelar Tasyakuran Walimatul Khitan Putra Tercinta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:30 WIB

Pengajian Umum & Pelantikan PWI-LS Pemalang, Tokoh Nasional Hingga Ulama Hadir di Petarukan.

Senin, 27 Juli 2026 - 20:24 WIB

Daftar 6 Anggota Polres Tangsel yang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba, Kasatresnarkoba Ikut Diamankan

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:00 WIB

Teror Mencekam di Balik Sosok Juminten: Gala Premier ‘Juminten Edan’ di Epicentrum XXI Sukses Membius Penonton

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Setahun Kuras Rekening Majikan, ART Sekaligus Perawat Lansia Ditangkap Polsek Kalideres

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:38 WIB

Jurnalis Menjaga Sikap dan Kode Etik dalam Menjalankan Tugas

Berita Terbaru