Jakarta, Mabes Japri.
12 Februari 2026 – atas nama gerakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NTB se-Jabodetabek melibatkan Oraganisasi Lokal dan Nasional seperti (LSM MABES JAPRI, KMP, NTB JAKARTA, AMBI, IKMB, KESATRIA MUDA BIMA INDONESIA, BMMB, FKM SALAJA, SALAJA MONE RANGGA WALE, AMPIQU, dll) menyatakan sikap tegas atas penangkapan Kasat Narkoba Polres Kota Bima yang diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Peristiwa ini menjadi alarm serius atas integritas aparat penegak hukum di wilayah Bima dan sekitarnya.
Penangkapan tersebut tidak boleh berhenti pada satu nama. Kami mendesak agar dilakukan pengusutan menyeluruh dan transparan terhadap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk dugaan keterlibatan Kapolres Bima dan istrinya serta oknum-oknum lain di lingkungan kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, kami menyoroti maraknya foto-foto yang beredar di tengah masyarakat dan media sosial yang memperlihatkan dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat kepolisian sebagai penyelundup maupun bandar narkoba di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Beredarnya foto-foto tersebut telah menimbulkan keresahan dan krisis kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kami menegaskan bahwa informasi dan dokumentasi yang beredar tersebut harus ditindaklanjuti secara serius oleh Mabes Polri melalui investigasi internal yang independen dan terbuka. Jika dibiarkan tanpa klarifikasi dan penindakan tegas, hal ini berpotensi memperburuk citra institusi dan semakin merusak kepercayaan masyarakat.
Narkoba adalah musuh bersama yang telah menghancurkan masa depan generasi muda NTB. Apabila terdapat oknum aparat yang justru menjadi bagian dari jaringan peredaran gelap narkoba, maka itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan hukum yang seharusnya ditegakkan.
Dalam Keterangannya, Salah Satu Koordinator Aksi Masa, Mengajak untuk para Perantau Warga Bima, Dompu dan NTB untuk melakukan aksi Damai Sebagai bentuk tanggung jawab moral, kami akan menggelar aksi unjuk rasa dengan estimasi massa ±500 orang pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 13 Februari 2026
Tempat : Mabes Polri, Jakarta
Waktu : Pukul 11.23 WIB – selesai
Adapun tuntutan kami sebagai berikut:
- Mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas penangkapan Kasat Narkoba Polres Kota Bima secara transparan dan tanpa tebang pilih.
- Mendesak pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum-oknum aparat di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu dalam jaringan peredaran gelap narkoba.
- Meminta Mabes Polri segera menindaklanjuti beredarnya foto-foto dugaan oknum aparat yang terlibat sebagai penyelundup maupun bandar narkoba dengan investigasi yang objektif dan terbuka kepada publik.
- Mendesak evaluasi total terhadap sistem pengawasan dan integritas internal di jajaran kepolisian wilayah Bima dan Dompu.
- Menuntut jaminan konkret perlindungan bagi masyarakat dan generasi muda dari ancaman narkoba serta komitmen nyata pemberantasan tanpa kompromi.
Kami menegaskan bahwa gerakan ini murni gerakan moral mahasiswa dan pemuda NTB. Kami tidak ingin institusi kepolisian dilemahkan, tetapi justru dibersihkan dari oknum-oknum yang mencederai marwah dan kehormatannya.
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat NTB untuk bersama-sama mengawal proses hukum ini hingga tuntas, demi menyelamatkan generasi muda dan memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Bersihkan Aparat dari Narkoba!
Selamatkan Generasi Muda NTB!
Hidup Mahasiswa!
Jurnalis, RGP
Redaksi. HRM.














