Jakrta. Mabes Japri,
11 Februari 2026 – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NTB se-Jabodetabek menyatakan sikap tegas atas penangkapan Kasat Narkoba Polres Kota Bima yang diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Peristiwa ini menjadi alarm serius atas integritas aparat penegak hukum di wilayah Bima dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya, Ketua Umum Mabes Japri Hermansyah menegaskan:
“Penangkapan ini tidak boleh berhenti pada satu nama. Kami mendesak agar dilakukan pengusutan menyeluruh dan transparan terhadap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk dugaan keterlibatan Kapolres Bima dan istrinya serta oknum-oknum lain di lingkungan kepolisian. Lebih jauh, maraknya foto-foto yang beredar di masyarakat, termasuk di media sosial Facebook ‘Badai NTB Real’, yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat sebagai penyelundup maupun bandar narkoba di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu harus ditindaklanjuti secara serius. Jika dibiarkan tanpa klarifikasi dan penindakan tegas, hal ini akan semakin merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.”
Hermansyah menambahkan:
“Narkoba adalah musuh bersama yang telah menghancurkan masa depan generasi muda NTB. Apabila terdapat oknum aparat yang justru menjadi bagian dari jaringan peredaran gelap narkoba, maka itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan hukum yang seharusnya ditegakkan.” Mendesak Kapolri mengusut tuntas penangkapan Kasat Narkoba Polres Kota Bima secara transparan dan tanpa tebang pilih. Mendesak pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum-oknum aparat di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu dalam jaringan peredaran gelap narkoba. Meminta Mabes Polri segera menindaklanjuti beredarnya foto-foto dugaan oknum aparat yang terlibat sebagai penyelundup maupun bandar narkoba (termasuk yang beredar di media sosial) dengan investigasi objektif dan terbuka kepada publik. Mendesak evaluasi total terhadap sistem pengawasan dan integritas internal di jajaran kepolisian wilayah Bima dan Dompu. Menuntut jaminan konkret perlindungan bagi masyarakat dan generasi muda dari ancaman narkoba serta komitmen nyata pemberantasan tanpa kompromi.
Ketua Umum Hermansyah menegaskan kembali:
Kami tidak ingin institusi kepolisian dilemahkan, tetapi justru dibersihkan dari oknum-oknum yang mencederai marwah dan kehormatannya., demi menyelamatkan generasi muda dan memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.”
Bersihkan Aparat dari Narkoba!
Selamatkan Generasi Muda NTB!














