JAKARTA UTARA | Mabesjapri.com
Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Sunter, RT 003/RW 014, Jakarta Utara, tepatnya di seberang taman bacaan, Rabu (2 September 2026). Peristiwa yang terjadi bertepatan dengan berkumandanganya adzan Magrib ini diduga bermula dari aktivitas penjualan bensin eceran di sebuah rumah kontrakan.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian—seorang pedagang bubur setempat—insiden maut tersebut bermula ketika pemilik warung bensin eceran, Ibu Mega, tengah melayani seorang pembeli yang mengendarai sepeda motor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat kejadian, bensin sempat berceceran di sekitar lokasi. Diduga cairan bahan bakar tersebut langsung menyambar percikan bara api dari rokok,” ujar salah satu saksi di TKP.
Penimbunan Bensin dalam Galon
Situasi dengan cepat berubah menjadi malapetaka karena rumah kontrakan yang dihuni Ibu Mega ternyata difungsikan untuk menampung stok bensin dalam jumlah besar. Minyak tersebut disimpan di dalam puluhan galon air mineral yang diduga disuplai secara rutin menggunakan mobil jenis Toyota Avanza.
Akibatnya, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh area kontrakan yang berada di dalam gang sempit tersebut. Saat ini, pihak berwenang telah mengamankan sisa galon-galon berisi bensin di lokasi kejadian sebagai barang bukti penyelidikan lebih lanjut.
45 Menit Pemadaman dan Korban Luka-luka
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara segera bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Beberapa regu pemadam yang dikerahkan dari Sektor Koja, Tanjung Priok, dan Sudin berjibaku memadamkan si jago merah.
Mengingat material yang terbakar adalah bahan bakar minyak (BBM), petugas menggunakan teknik khusus pemadaman dengan cairan penurun tegangan permukaan dan pemadam khusus (tippol). Berkat kesigapan petugas, api akhirnya berhasil dijinakkan dalam kurun waktu sekitar 45 menit.
Meski demikian, insiden ini menimbulkan korban jiwa terdampak luka bakar serius yang terjebak di dalam kontrakan sempit. Dua orang dilaporkan mengalami luka bakar parah dan langsung dilarikan mendapatkan pertolongan medis:
Pak Abu: Diperkirakan mengalami luka bakar sekitar 50%.
Ibu Linda: Diperkirakan mengalami luka bakar sekitar 60%.
Hingga berita ini diturunkan, kerugian materil masih dalam penghitungan pihak berwenang, sementara aparat kepolisian bersama unsur terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki kasus penimbunan BBM ilegal ini lebih mendalam.
Wartawan: Ardian S Perkasa
Lokasi Liputan: TKP Jl. Sunter, Jakarta Utara
Pimpred. Hermansyah SH
Editor : Rafika M














