DPP MABES JAPRI TURUN PANTAU DARURAT ASAP KALTENG: KALTENG MENJERIT, 3.268 TITIK API DALAM 12 HARI
PALANGKA RAYA, Mabes Japri
Ketua Umum lembaga Dewan Pimpinan Pusat Markas Besar Jaringan Analisis Pemantauan Rakyat Indonesia (DPP MABES JAPRI) Hermansyah, S.H menyatakan keprihatinan mendalam atas bencana kabut asap yang kian mengendap dan mencekam wilayah Kalimantan Tengah.

Berdasarkan pantauan langsung tim Jurnalis DPP MABES JAPRI di lapangan dan data satelit terkini, tercatat 3.268 titik api dalam 12 hari terakhir, dengan total akumulasi hotspot mencapai 284.645 titik. Kondisi ini mengakibatkan kualitas udara berada di level sangat berbahaya.
DATA DARURAT PER 15 OKTOBER 2026:
– ISPU: 1.300 – Kategori BERBAHAYA
– AQI: 258 – Tidak Sehat
– HOTSPOT: 284.645 Titik
Warga terpaksa menghirup racun setiap hari. Potret pilu terlihat di jalanan Palangka Raya, seorang ibu bersama dua anaknya berjalan dengan masker seadanya menembus asap tebal yang menyelimuti kota.
Tim LIVE REPORT DPP MABES JAPRI yang turun langsung ke lokasi melaporkan jarak pandang sangat terbatas, aktivitas warga terganggu, dan kasus ISPA meningkat drastis.
“Kami Ada Untuk Anda. JAPRI hadir bukan hanya sebagai pemantau, tapi sebagai penyambung jeritan rakyat Kalteng. Negara tidak boleh abai. Kami mendesak pemerintah pusat, KLHK, dan BNPB untuk menetapkan status darurat nasional dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk pemadaman,” tegas Tim Redaksi DPP MABES JAPRI.
Ketum DPP MABES JAPRI menuntut:
1. Penetapan Status Darurat Bencana Asap Nasional untuk Kalteng.
2. Penegakan hukum tegas terhadap korporasi pembakar lahan.
3. Distribusi masker N95 dan layanan kesehatan gratis untuk warga terdampak.
JAPRI akan terus mengawal dan memantau penanganan bencana ini hingga langit Kalteng kembali biru.
“KAMI ADA UNTUK ANDA”
*TIM REDAKSI*
*DPP MABES JAPRI (Jaringan Analisis Pemantauan Rakyat Indonesia)*
Penulis: Ade Dian
Redaksi: Hermansyah, S.H
